Kemenpora: Pengunduran Diri Blatter Harus Jadi Pelajaran bagi Federasi Anggota FIFA

image title

Jakarta - Sepp Blatter sudah mengundurkan diri dari jabatan presiden FIFA. Kementerian Pemuda dan Olahraga menanggapi keputusan Blatter itu dengan menyebutnya sebagai pelajaran untuk federasi anggota FIFA.

Blatter memutuskan mundur, Selasa (2/6/2015). Pengunduran diri itu dilakukan di Zurich, Swiss. Dengan pengumuman ini, dia hanya menjabat selama beberapa hari dalam periode kepengurusan kali ini.

Adanya penangkapan pejabat teras FIFA oleh FBI karena dugaan kasus korupsi menjadi alasan utama pengunduran diri Blatter.

Berbagai reaksi sudah bermunculan terkait pengunduran diri Blatter itu. Petinggi UEFA dan beberapa federasi sepakbola sudah menyambut positif hal itu.

Dalam rilis yang diunggah kemarin malam, Kemenpora juga turut berkomentar mengenai pengunduran diri Blatter itu.

Rilis itu memuat sebanyak empat poin, di mana pihak kemKnpora meminta bahwa pengunduran diri Blatter ini disebut bisa menjadi bahan pelajaran untuk pejabat dan federasi anggota FIFA, termasuk PSSI.

"Pengunduran diri Sepp Blatter itu hendaknya menjadi pelajaran bagi seluruh pejabat FIFA dan para anggota federasinya untuk juga harus responsif secara bijak jika menghadapi sorotan atas berbagai kasus yang ada tanpa harus menunda-nunda waktu pengunduran diri," demikian petikan poin keempat dari rilis kemenpora itu.

"Idealnya Sepp Blatter dulunya tidak perlu mencalonkan diri sebelum Kongres FIFA bulan Mei 2015 lalu, tetapi itu tidak mungkin karena merupakan haknya. Namun pengunduran dirinya saat ini paling tidak hanya memberi beban tambahan pada FIFA untuk mengadakan kongres lagi secepatnya dari pada menangani sejumlah masalah lain yang lebih mendesak," tambah poin terakhir dirilis dari Kemenpora.

Sumber: detiksport

Kontak BOPI

Gedung Graha Pemuda Lantai 9, Jl. Gerbang Pemuda No. 3 Senayan Jakarta